Halaman

Selasa, 19 Februari 2013

Sebuah Catatan Tentang Buku Harian

Kujumpai buku harian yang telah usang berbaur dengan buku-buku pelajaranku tempoe doeloe. Entah mengapa hatiku jadi tergerak untuk membacanya. Kubuka lembar demi lembar. Kubaca kalimat demi kalimat. Di sana tersimpan peristiwa dan berbagai peristiwa yang aku pernah alami. Dengan bahasa tulis yang acak-acakan dan dengan tulisan mirip cakar ayam, kurangkai peristiwa demi peristiwa yang aku alami hingga hal yang sepele sekalipun. Kadang aku jadi tertawa sendiri demi kuketahui penggunaan bahasa dan gayanya yang kupakai. Tidak jarang pula aku sangat terharu dan tenggelam dalam masa peristiwa sebagai yang tersurat dalam buku harian itu. Aku menjadi teringat masa-masa yang kualami dahulu. Sepertinya aku tengah mengulangi peristiwa-peristiwa masa lalu itu. Begitu jelasnya peristiwa-2 itu terngiang dalam ingatanku. Bagai di alam lain saja layaknya. Tapi semuanya itu kini tinggal kenangan. Kenangan yang sebenarnya enggan untuk aku ingat. Bukan karena apa aku enggan. Melainkan rasa terharu itulah yang menyebabkannya. Yah ... semuanya tinggal kenangan. Wahai teman-temanku adakah dirimu jug apernah mengalami perasaan-perasaan sepertiku, kadang-kadang ? Atau mungkin suatu saat ? Yah semuanya tinggal kenangan. Kenangan bagiku dan bagimu semua. (10 Januari 1987)

2 komentar: